Kamis, 18 Agustus 2011

Tirakatan

Sehari sebelum hari kemerdekaan Indonesia, saya mengalami acara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya..Tirakatan..


Tirakatan dalam pengertian yang sesungguhnya adalah kegiatan mengintropeksi diri tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan..bahwa tirakatan di malam kemerdekaan diharapkan agar kita mampu untuk selalu mawas diri..diingatkan bahwa kemerdekaan yang didapat sekarang hanyalah awal dari perjalanan panjang Indonesia..masing-masing pribadi diharapkan untuk mampu menjaga harga diri bangsa dan mampu untuk bersyukur atas kemerdekaan yang dengan susah payah diraih oleh para pendiri Bangsa kita..



Pergeseran makna terjadi di jaman sekarang ini..ketika sebuah tirakatan menjadi acara massal di setiap daerah..di daerah saya, perumahan Griya Yasa, tirakatan menjadi ajang untuk berkumpulnya warga yang sehari-harinya jarang bertemu karena kesibukan masing-masing..
Acara dimulai dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pembacaan surat dari Bupati Sukoharjo dan yang terakhir adalah acara bebas yang setiap tahunnya berbeda-beda..


Tirakatan di Griya Yasa setiap tahunnya berlangsung sederhana..hanya lesehan dengan tikar kepunyaan warga..camilan ndeso macam kacang rebus dan pisang juga tidak pernah absen..


Seperti tahun-tahun sebelumnya, hik atau angkringan asli solo juga setia melayani para warga..tahu goreng, tahu bacem, pisang goreng, tempe goreng, sate usus menjadi sajian khas dari hik solo dengan minuman sederhana, teh anget, wedang jahe, wedang jeruk, atau teh kampul menjadi pasangan khas..


..dan menu utama tirakatan tahun ini adalah nasi tumpeng..nasi kuning dengan lauk sambal goreng ati, galantin, telur cacah, serundeng, dan kerupuk udang..tampak semuanya berbinar-binar dan lahap menyantap hidangan sederhana ini..

karena bertepatan dengan bulan puasa, acara yang biasa dimulai pukul 7 khusus tahun ini menjadi pukul 9 dan tirakatan selesai pada pukul 11..tirakatan tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena banyak yang tidak hadir dengan alasan kesibukan masing-masing..
Namun yang pasti dengan adanya tirakatan yang walaupun bergeser maknanya, dapat mampu selalu menjaga kedamaian dan kenyamanan antar warga Griya Yasa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar