Selasa, 07 Mei 2013

Malam Minggu Jomblo


Malam minggu adalah malam penantian. Penantian untuk istirahat sejenak dari kejenuhan rutinitas. Penantian untuk penggemar British Premier League menyaksikan laga tim kesayangannya. Dan, tentu saja penantian sepasang kekasih yang karena keadaan memaksa mereka untuk hanya bisa (kadang) bertemu pada malam minggu. Tapi kali ini saya gak ngomongin tentang cinta yang terpisahkan jarak, namun mari kita omongin para makhluk pengharap cinta, para jomblo.

Penantian Tak Berujung 
Bagi para penggiat jomblo, malam minggu adalah malam dimana mereka mempersiapkan kesibukan yang luar biasa agar terhindar dari cemoohan masyarakat yang memberikan stigma “ngenes” kepada mereka. Di malam minggu, para penggiat jomblo ini akan tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang lain. Gamers, Anak Nongkrong, Fans United, Movie Goers, bahkan Bloggers. Dengan seribu satu alasan, mereka selalu bisa ngeles macam Bajaj membelah kemacetan Ibukota pada pukul  4 sore. Namun para penggiat jomblo dalam “kesibukan” malam minggunya, mereka tidak bisa menyembunyikan kesepian hatinya. Ibarat Joseph Gordon-Levitt merindukan sosok pasangan sempurna namun terkena friendzone level Zooey Deschanel pada film 500 Days of Summer, mereka diam-diam menitikkan air mata dan mengumpat,”Why always me?!”

Konsep malam minggu bagi para penggiat jomblo ini sangatlah sakral, menggeser posisi malam jumat sebagai nominasi hari paling mistis dalam seminggu. Bukan pocong, kuntilanak, atau setan-setan mesum langganan film horror Indonesia yang membuat mereka takut. Mereka hanya takut melihat satu hal. Pasangan muda mudi yang sedang kasmaran. Ketika berjalan di bawah suasana malam minggu, mereka akan membawa tasbih, rosario, japamala, kalung mutiara atau apapun yang bisa membantu mereka berdzikir dan fokus untuk menatap ke depan. Untuk mencoba tidak menghiraukan pasangan muda-mudi yang berpapasan di jalan dan menimbulkan angin dingin di kuduk ketika tidak sengaja bersentuhan dengan mereka. Merinding.
Tapi mari kita berikan standing ovation untuk para jomblo pemberani yang berani melintasi malam minggu dengan kesendiriannya. Sebaliknya, para jomblo penakut hanya berani menghabiskan malam minggunya di rumah. Berdoa agar hari segera berganti, ayam jantan segera berkokok dan Matahari segera berikan diskon khusus untuk para jomblo di atas lima tahun.

Freedom! But Single.
But, let's don't blame them if they choose to be a single. 
Mereka bukannya tidak mau pacaran, tapi lebih ke tidak mampu. Tidak mampu mengutarakan perasaannya kepada orang yang di suka dan akhirnya orang tersebut berpacaran dengan orang lain, atau lebih parah, teman sendiri. Sakit. Rasanya kayak belajar naik sepeda di jalan raya, kesrempet becak, jatuh, kelindes kereta kelinci, terus dikencingin anjing kampung. Perih dan malu sob!
So, pesan terakhir buat para penggiat jomblo. Beranilah bilang cinta sebelum kalian kelindes kereta kelinci terus dikencingin anjing kampung. Setidaknya kalian sudah mencoba.

Rabu, 03 April 2013

Berani Berubah

"Sometimes, the biggest act of courage is the smallest one" - Lauren Raffo

Saya gak tau siapa Lauren Raffo, tapi saya suka kutipan kalimat yang gak sengaja saya lihat ketika googling bout bravery quotes. Maklum saya jarang baca buku, sejarang saya ganti sprei tempat tidur.
Kutipan itu membuat saya bermeditasi, evaluasi, merenung sembari download serial Arrow beberapa hari ini. Saya mengevaluasi setahun kehidupan yang sudah saya jalani. Ehm, mungkin setahun beberapa bulan. Dan ternyata banyak perubahan besar yang saya alami dalam hidup saya. I have to say Wow!

Mulai dari bapak yang terkena stroke, membuat bapak saya seorang yang adidaya menjadi lemah tak berdaya. Saya sedih, amat sangat. Kemudian masalah keuangan keluarga yang tabu saya tulis disini. Namun ada juga perubahan besar dalam hal positif seperti diterimanya saya kerja di perusahaan media, lulusnya adik saya setelah lima tahun kuliah, masih hebat saya yang lulus tujuh tahun kuliah dan usia pacaran saya dengan yang-tersayang-tuan-puteri-Anastasia Hapsari yang sudah empat tahun lebih. By the way, yang tanya kapan nikah, saya doakan bisulan di ketiak.

Perubahan-perubahan besar dalam hidup saya selalu saya syukuri. Terdengar klise tapi memang itu adanya. Dulu saya bermimpi untuk bisa setiap tahun jalan-jalan ke luar negeri. Atau keliling Indonesia. Menjelajahi tempat-tempat aneh dan eksotis macam Machu Pichu, Stonehenge, Pulau Paskah, Old Trafford, The Burj Al Arab, Jembatan Millau, Great Wall of China dan Hawaii. Well, setelah dipikir-pikir beberapa tempat mungkin harus dicoret karena hanya Tony Stark yang mampu kesana. Masih ada mimpi yang lainnya sih, namun setahun belakangan ini harus ditunda dulu semua. Bekerja keras macam kerbau penarik pedati yang hanya berhenti ketika sampai di tujuan, menjadi perubahan terbesar yang harus ditopang dengan tanggung jawab besar sebagai anak sulung ketika bapak sudah tidak mampu bekerja untuk sementara. No, no, no. I'm not making a diary, i just tell a story. Banyak referensi kehidupan tokoh-tokoh sukses di usia muda yang kadang menjadi motivasi untuk terus berkembang, selain senyuman dari mbak pacar tentunya. Doa ibu dan curhatan bapak pun sebagai pelecut semangat saya untuk mengumpulkan materi. Memikirkan kehidupan yang layak bagi keluarga saya nantinya juga sudah ada dalam benak saya. Oh, how I miss my childhood.

Mungkin hanya Andik Vermansyah yang bisa memaksimalkan peluang ketika menang lawan Singapore dengan gol indahnya melalui free kick, karena saya merasa banyak peluang hebat yang saya dapat hilang dalam sekejap. Entah saya yang terlalu nekat mengambil peluang atau karena hitungan matematis yang tidak pernah tepat, since i always got 5 in math's test. Saya sementara menyerah pada keadaan dan berharap muncul keajaiban seperti comeback yang sering dilakukan Manchester United musim ini. Keajaiban pun muncul dengan kabar saya diterima kerja di perusahaan media terbesar kedua di Solo. Saya menyumpahi diri saya sendiri untuk bisa membawa perusahaan ini menjadi lebih baik dan tentu saja lebih keren. Hei, saya tetap berpedoman dengan pepatah "Manusia mati meninggalkan nama", ketika saya nanti akhirnya keluar dari perusahaan tersebut, saya harus meninggalkan sesuatu yang hebat disana.

Sekarang saya sudah bekerja sebagai seorang Account Executive. Namun meskipun punya sumpah untuk membawa perusahaan menjadi lebih keren, saya masih tetap memikirkan banyak kemungkinan bisnis yang bisa saya lakukan, karena saya sadar sebagai seekor lebah pekerja takkan mampu menjaring banyak makanan seperti seperti seekor laba-laba dengan jaringnya. Kadang dalam hidup harus menjadi seekor lebah pekerja sekaligus laba-laba dengan jaringnya. Memulai dari bawah dan mengesampingkan ego saya guna mendapatkan pengalaman terbaik. Berjalan pelan tapi pasti. Mengumpulkan banyak bekal seperti seorang musafir Mongolia yang hendak menyeberang Gobi, berdoa semoga tidak salah perhitungan lagi dan mati kehausan di tengah gurun, namun akhirnya mampu menembus jalur sutra menuju Cina utara dan sukses menjadi saudagar Sutra di Beijing. Well, we need a courage to take a small step to make a great change.


Sabtu, 12 Januari 2013

Belajar Tertawa


Komedi Tunggal atau lebih dikenal dalam istilah asingnya yaitu Stand Up Comedy menjadi suatu kesenian lama yang kembali populer. Istilah asing untuk menamai suatu seni lawak monolog yang biasanya mengangkat isu-isu keseharian ini dimunculkan kembali oleh beberapa artis seperti Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika. Komedian senior macam Basiyo, Butet, dan Tauvik Savalas juga sering menampilkan seni lawak yang satu ini, namun belum menggunakan istilah populernya, stand up comedy.


Malam itu, untuk pertama kalinya saya menonton Stand Up Comedy di Jogja dengan Headlinernya Pandji Pragiwaksono dan dibuka oleh beberapa comic lokal Jogja dan satu comic dari Jakarta. Lucu, aneh, miris, lucu lagi. Itu kesan yang saya peroleh ketika pertama kali secara live menonton kesenian ini. Saya bukan orang yang humoris, bukan pula orang yang kritis, jadi ketika melihat mereka tampil dengan pintarnya "nyinyirin" diri sendiri dan sekitarnya saya merasa sangat antusias.

Antusias karena penasaran dengan hal-hal apa yang akan "dinyiyirin", antusias karena pengen tahu bagaimana mereka membawakan materi yang kadang banyak diambil dari hal-hal biasa namun terlewat oleh saya dan tentu saja antusias dengan ekspresi penonton yang pasti memberikan penilaian secara tidak langsung kepada para comic.


Setelah diam, tertawa, motret, tertawa lagi, diam lagi, tertawa, ngemil, tertawa lagi selama kurang lebih 2,5jam saya jadi berpikir, seandainya semua orang bisa menertawakan diri sendiri seperti kami yang ada disini, pasti gak ada ya yang namanya kerusuhan, perkelahian dan tindak kekerasan lainnya. Saya jadi tersadar bahwa manusia itu perlu berkepala dingin. Manusia perlu santai untuk hal serius. Manusia perlu bercanda dengan dirinya sendiri. Manusia perlu tersenyum kepada sifat buruknya. Yup, manusia perlu belajar tertawa. Belajar menertawakan diri sendiri.

Tertawa itu susah ketika kita harus mendengar orang lain "nyinyirin" hal yang berarti buat kita. Lucu dan memang ada benarnya, namun ketika hal yang sangat berati untuk kita dibuat lelucon oleh orang yang tidak benar-benar paham artinya untuk kita, rasanya pengen banget nonjok dan buang dia ke Lubang Neraka Uzbekistan!
Dikarenakan saya orang plegmatis, maka saya hanya memendam apabila ada hal-hal yang gak "sreg" di hati saya. Beruntung bahan lawak para comic malam itu tidak ada yang benar-benar mengena di hati saya.



Orang pintar menurut saya adalah orang yang mampu menempatkan dirinya dalam segala situasi. Berlaku pula untuk para comic yang notabene dijuluki sebagai komedian cerdas agar mampu menempatkan dirinya ketika beraksi. Berbeda tempat, berbeda pula hal sensitifnya. Isu Sara, Sex, Difabel biasanya menjadi isu yang "kalau bisa" dihindari untuk dijadikan bahan lawakan karena sensitifitas yang tinggi dari isu-isu tersebut. Indonesia contohnya, di daerah perkotaan mungkin banyak orang yang sudah "open minded" tentang isu-isu tersebut, jadi kadang tidak ada masalah apabila membawakan bahan lawakannya dengan benar. Namun di daerah-daerah tertentu, isu-isu tersebut bisa menyulut kemarahan kelompok tertentu yang meyakini bahwa hal-hal seperti agama adalah suci dan tidak boleh dijadikan lelucon. Saya melihat contoh dari comic yang salah menempatkan bahan lawakan di Metro TV (saya lupa namanya dan kesalahannya) yang akhirnya pihak Metro TV menyuruh comic tersebut meminta maaf atas lawakannya yang menyinggung  beberapa pihak.




Well, meskipun begitu, saya cukup menikmati seni komedi tunggal ini. Bagi saya sendiri, saya tidak begitu peduli dengan isu-isu tersebut selama data dan fakta yang dijadikan bahan lawakan itu benar dan tentu saja dibawakan dengan cerdas dan lucu. Terlepas dengan etis atau tidaknya, saya hanya ingin menikmati seni ini dengan pola pikir yang lain. Terlalu banyak kemarahan dan kebencian yang disebarkan melalui media. Belajar tertawa dengan pikiran terbuka adalah salah satu proses untuk menikmati hidup saat ini di negeri ini.




Senin, 12 November 2012

Ageman

Beberapa saat yang lalu sahabat dari pacar saya (untuk seterusnya saya singkat jadi "si sahabat") memutuskan untuk menikah. Seperti kebanyakan orang Indonesia yang masih berpandangan bahwa agama adalah hal yang harus dinomorsatukan ketika menjalin hubungan dengan seseorang, si sahabat itu kalau istilah anak jaman sekarang sedang galau, karena berbeda agama dengan calon suaminya. 
Dia beruntung karena keluarganya setuju saja kalau dia berpindah agama. Persoalannya adalah si sahabat yang hatinya masih bergejolak apakah dia akan pindah atau putus dengan calonnya karena si calon juga tidak mau mengalah dengan pindah ke agama si sahabat. Saya tidak punya posisi untuk menasihati dia, jadi saya hanya mendengarkan ( saya buruk dalam hal ini) cerita pacar saya tentang si sahabat. 
Saya jadi teringat cerita bapak ibu saya yang dulunya juga berbeda agama. Konflik yang diterima bapak ibu saya melebihi apa yang diderita si sahabat. Ibu saya sampai harus dikurung di sebuah rumah kecil oleh kakak simbah saya atau istilah jawanya "Mbahdhe". Simbah saya sebenarnya tidak begitu ada masalah, namun karena ibu saya lebih lama tinggal dengan mbahdhe saya, beliaulah yang merasa paling "dikhianati". Pun begitu dari pihak bapak saya, dapat penolakan dari ibunya, tapi toh akhirnya mereka menikah juga dan sampai sekarang hidup bahagia dengan berbagai permasalahan rumah tangga tentunya.
Cerita ini membuat saya berpikir lagi. Agama dalam bahasa jawa bisa diluas-artikan sebagai "ageman" atau pegangan untuk hidup. Suatu pegangan untuk hidup kalau benar-benar dari hati seharusnya tidak bisa berubah apapun resikonya. Tapi rupanya masih banyak dari kita yang tidak mempunyai pegangan hidup yang benar-benar dari hati. Walaupun pegangan hidup yang saya maksud disini adalah agama, namun pegangan hidup dalam arti luas bisa jadi apapun yang menurut saya pribadi mampu membuat hati seseorang tentram dengan mengikutinya seumur hidup. Bukan narkotika ya, hal itu hanya penentram palsu, tapi hal-hal seperti alam, batu, hewan pun apabila diambil sifat baiknya bisa jadi sebuah pegangan hidup karena sebuah pegangan hidup seharusnya mampu membuat hidup individu menjadi lebih baik. 
Saya berani bertaruh di negeri ini masih banyak orang yang mengikuti suatu agama hanya karena dia dilahirkan dari keluarga beragama tertentu dan dengan terpaksa mengikuti agama tersebut. Hanya sedikit yang berani memilih agama atau kepercayaan yang sesuai dengan hatinya. Sayang sekali masih banyak juga yang memaksakan kepercayaannya sampai harus melakukan kekerasan, masih banyak yang tidak paham bahwa agama dan kepercayaan adalah benar-benar hal yang pribadi yang hanya mampu dipahami seorang individu. 
Beragama atau berkepercayaan bukanlah tentang benar dan salah ataupun tentang dosa dan pahala. Beragama atau berkepercayaan adalah tentang ketentraman hati, tentang kenyamanan hidup, dan tentang ketenangan jiwa. 
Apa yang saya tulis adalah sebuah pemikiran umum, saya tidak memunculkan pemikiran baru, namun hanya mengingatkan kembali, bahwa agama atau kepercayaan yang dianut secara benar dan dari hati, mampu membuat pribadi dan sekitarnya hidup lebih baik. Jadi, buat si sahabat apabila dia baca tulisan saya, ibu saya pernah bilang begini, "kalau kamu percaya terhadap sesuatu, lakukanlah. Tapi kalau kamu tidak percaya, jangan lakukan."

Sabtu, 12 Mei 2012

Granada



Granada adalah singkatan dari Grha Taruna Pemuda, sebuah nama karang taruna di Perumahan Griya Yasa, Gentan, Baki, Sukoharjo. Didirikan sekitar tahun 2002 atas dorongan bapak-bapak perumahan biar anak mudanya berkreasi dan saling mengenal satu dengan lainnya. Sebenarnya gak perlu karang taruna juga anak Griya Yasa dari kecil udah pada maen bareng terus tiap sore, tapi ada sebagian anak-anak yang pemalu yang gak pintar bergaul. Untuk itulah karang taruna ini ada,untuk mengajak anak-anak lain maen bareng, bersosialisasi di perumahan, bikin acara seru bareng.



Sayangnya waktu angkatan saya sudah mulai kuliah, sudah mulai jarang maen bareng lagi, walaupun pas 17an pasti kumpul lagi. Saya sendiri kuliah di Jogja, ada beberapa anak yang pindah ke luar kota juga, mulai sepi di perumahan, gak ada lagi yang maen bola bareng tiap sore, sudah pada sibuk sendiri-sendiri dengan tugas kuliahnya. Puncaknya adalah ketika beberapa anak sudah mulai lulus kuliah, diterima kerja di luar kota, luar pulau, ada juga yang pindah rumah, Granada sempat bertahan sesaat, namun akhirnya sekarang koma.

Koma bukan mati, karena generasi baru muncul, anak-anak SD-SMP mulai ramai tiap sore bermain di lapangan, tiap malem nongkrong di hik bang Kirno,cuma mereka masih berkelompok sendiri-sendiri, belum menyatu. Tugas Granadalah menyatukan mereka. Semoga pengurus baru mau aktif berkumpul lagi meregenerasi Granada.

Senin, 26 September 2011

Gajah Diblangkoni

Minggu kemarin saia mendengarkan khotbah dari Romo di misa mingguan..
Romo bercerita tidak seperti di bayangan orang-orang bahwa ketika kita nanti mati, di jalan menuju surga atau neraka ada malaikat yang membawa buku penghakiman berisi debet dan kredit kita di dunia, bila lebih banyak kreditnya kita akan masuk neraka dan bila lebih banyak debetnya kita akan masuk surga.
Semua itu salah, karena Tuhan adalah pelupa.
Yup, Tuhan tidak pernah menghitung kebaikan dan kesalahan yang kita lakukan semasa hidup, surga dan neraka tidak bisa dimasuki secara matematis. Tuhan punya kehendak lain yang lebih luar biasa, Tuhan menentukan kehidupan kita setelah kematian dengan satu hal, yaitu Niat.
Sederhana namun rumit.
Ada sebuah cerita di Alkitab mengenai dua orang anak yang disuruh oleh Bapanya untuk mengerjakan ladang anggur.
Anak sulung langsung menjawab,"baik Bapa", namun yang terjadi dia tidak melakukan perintah Bapanya.
Lalu anak bungsu menjawab,"tidak mau!", namun kemudian dia menyesal dengan apa yang dia katakan dan pergilah dia melakukan perintah Bapanya.
Itulah yang dinamakan niat. Bila diaplikasikan ke negara kita sekarang, masih banyak orang berperan sebagai anak sulung tersebut.
Manis di ucapan namun pahit di perbuatan, janji dan janji yang selalu terucap namun nol besar dalam perbuatan. Seperti kata Alkitab (salah satu referensi saya, karena saya sebagai orang khatolik) juga, pelacur dan penarik cukai adalah orang-orang yang akan masuk ke surga duluan daripada para pemuka agama, semua yang kelihatan baik di permukaan belum tentu diiringi dengan hati dan niat yang tulus juga.
Lihat di jaman sekarang ini malah ahli-ahli Hukum yang banyak mengingkari hukum dan ahli-ahli agama yang banyak mengingkari agama. Korban-korban mereka adalah orang-orang yang diberi stigma negatif oleh para ahli tersebut, namun begitu belum tentu Tuhan juga memberi stigma yang sama dengan yang manusia beri. Ketika para pejabat dan pemuka agama saling ngoceh tentang kebaikan dan janji-janji manis, ketika para orang "atas" itu selalu memotivasi, memberikan pidato, berbicara besar dan berdakwah dengan mengatakan jangan menyerah tapi mereka sendiri tidak bisa melakukan apa yang mereka katakan, saat itu rakyat golongan bawah menangis menjadi korban akibat efek yang mereka tabur..
Tidak ada niat dalam ucapan mereka.
Wong-wong kui arane Gajah diblangkoni, isone mung khotbah ning raiso nglakoni.

Senin, 19 September 2011

kisah kasut

dia yang selalu berdua..
melengkapi dalam persamaan..pembedanya hanyalah arah dan waktu pijakan..
dia yang selalu bersama..
bangga dalam penderitaan..berduka dalam kesenggangan..
dia yang tak mungkin menjadi tiga..
setia sejak dilahirkan..tidak mengenal pengkhianatan..
dia yang bersimbah kotoran..
berkawan dengan lumpur pembuat nyaman..
dia yang terbuang..
hal lama terlupakan..hal baru didewakan..
dia yang diimpikan..
sejak sajak dibacakan hingga sajak dimatikan..

Kamis, 18 Agustus 2011

Tirakatan

Sehari sebelum hari kemerdekaan Indonesia, saya mengalami acara yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya..Tirakatan..


Tirakatan dalam pengertian yang sesungguhnya adalah kegiatan mengintropeksi diri tentang apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan..bahwa tirakatan di malam kemerdekaan diharapkan agar kita mampu untuk selalu mawas diri..diingatkan bahwa kemerdekaan yang didapat sekarang hanyalah awal dari perjalanan panjang Indonesia..masing-masing pribadi diharapkan untuk mampu menjaga harga diri bangsa dan mampu untuk bersyukur atas kemerdekaan yang dengan susah payah diraih oleh para pendiri Bangsa kita..



Pergeseran makna terjadi di jaman sekarang ini..ketika sebuah tirakatan menjadi acara massal di setiap daerah..di daerah saya, perumahan Griya Yasa, tirakatan menjadi ajang untuk berkumpulnya warga yang sehari-harinya jarang bertemu karena kesibukan masing-masing..
Acara dimulai dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pembacaan surat dari Bupati Sukoharjo dan yang terakhir adalah acara bebas yang setiap tahunnya berbeda-beda..


Tirakatan di Griya Yasa setiap tahunnya berlangsung sederhana..hanya lesehan dengan tikar kepunyaan warga..camilan ndeso macam kacang rebus dan pisang juga tidak pernah absen..


Seperti tahun-tahun sebelumnya, hik atau angkringan asli solo juga setia melayani para warga..tahu goreng, tahu bacem, pisang goreng, tempe goreng, sate usus menjadi sajian khas dari hik solo dengan minuman sederhana, teh anget, wedang jahe, wedang jeruk, atau teh kampul menjadi pasangan khas..


..dan menu utama tirakatan tahun ini adalah nasi tumpeng..nasi kuning dengan lauk sambal goreng ati, galantin, telur cacah, serundeng, dan kerupuk udang..tampak semuanya berbinar-binar dan lahap menyantap hidangan sederhana ini..

karena bertepatan dengan bulan puasa, acara yang biasa dimulai pukul 7 khusus tahun ini menjadi pukul 9 dan tirakatan selesai pada pukul 11..tirakatan tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena banyak yang tidak hadir dengan alasan kesibukan masing-masing..
Namun yang pasti dengan adanya tirakatan yang walaupun bergeser maknanya, dapat mampu selalu menjaga kedamaian dan kenyamanan antar warga Griya Yasa..

Senin, 15 Agustus 2011

Cinta seorang sederhana

cinta adalah hal yang sederhana..
namun banyak yang membuatnya menjadi rumit..

saya seorang yang berpikiran sederhana..
mempunyai cinta yang sederhana..mempunyai cinta yang mampu berkorban..namun juga mampu mengontrol..
bukan jarak..waktu..perbedaan atau hal apapun yang mampu menghentikan sebuah cinta pada diri saya..
melainkan keinginan dan kebutuhan saya akan cinta itulah yang membuat cinta mampu bertahan..atau sebaliknya..berhenti..
saya tidak tahu apakah cinta mempunyai sisi salah dan benar..baik dan buruk..
tapi kata cinta sendiri bermakna positif..cinta adalah sesuatu yang indah..ketika saya mulai mencintai sesuatu, saya mempunyai semangat lebih dalam menjalani hari-hari..seakan waktu berjalan terlalu cepat untuk selalu bersama hal yang dicintai..selalu tersenyum dan merasa bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani..
cinta menurut saya adalah sikap..
sikap saya kepada suatu hal bisa saja berarti cinta..
meskipun kadang kebodohan saya membuat hal yang saya cintai berubah..namun selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya selama sikap saya tidak berubah..selalu tetap cinta..
cinta seorang sederhana berawal dari hal sederhana..
sapaan..perhatian..belaian..ciuman..
berawal dari pertemuan..dan menjalani dengan pertemuan demi pertemuan..
melalui pengalaman cinta berproses..
proses sederhana dimana saya terjatuh bangun didalamnya..
proses tersebut membuat suatu hal sederhana menjadi rumit luar biasa..
namun itulah cinta..
mampu membuat seorang senang sekaligus sedih..berani sekaligus takut..
membuat seorang pintar menjadi bodoh..membuat seorang keras menjadi lembut..
cinta kadang butuh waktu untuk menyesuaikan..jangan pernah terburu-buru..karena cinta selalu ada..dan harus selalu ada..

cinta harus selalu ada dalam diri saya..
karena cinta adalah energi untuk menjalani hidup..
untuk menyeimbangkan hidup..
untuk menghadapi hidup..
cinta harus ada untuk menertawakan hidup..
sekaligus untuk mengalahkan hidup..

karena cinta adalah hidup..
dan saya mati tanpa cinta..
sesederhana itu..

Rabu, 03 Agustus 2011

angin..

sejauh ini aku sudah melaju bersama waktu..
bertemu dan berpisah..tidak pernah menyapa..
karena aku tahu hanya sekali ini saja aku bertemu dengan mereka..sepertinya aku tidak sendiri..namun aku tak bisa melihat mereka..berkumpul dalam pusaran yang sama..menggumamkan keluhan manusia..
dunia ini sungguh luas..namun tak sekalipun aku kelelahan mengelilinginya..ini karena aku tidak pernah menghiraukan keluhan manusia..aku lebih suka mendengar suka cita bocah bocah desa berlomba menaikkan layang warna-warni mereka ke udara..kadang aku menggodanya dengan terdiam sejenak..ketika mereka mulai bermuka masam..aku kembali bergulung dan merekapun ceria kembali..
indah..semua kesempurnaan itu selalu indah..
aku bisa merasakan semua isi hati manusia ketika ku bersentuhan dengan mereka..menyelami isi hati manusia adalah caraku untuk menghibur mereka..panas dan gerah yang selalu dirasakan hati manusia..tugaskulah menyejukan mereka..tugaskulah mendinginkan hati manusia..
aku tak pernah sekalipun tertidur..aku adalah nyanyian untuk menina bobokan bumi..bayi besar ini tidak akan tenang tanpa alunanku..tanpa sentuhanku semua makhluk merasakan sesak..
aku tidak mengenal ruang..aku selalu bisa mengisi sebuah kekosongan..ruang ruang kosong tak bertuan hanya menjadi sarang kepenatan..dengan sedikit belaian aku mampu memusnahkan mereka..jadi jangan pernah sekalipun mencoba mengurungku..aku akan marah karena tempatku adalah dimensi tak terbatas..aku akan mengamuk dan musnahlah kalian wahai makhluk jumawa..
ingatlah para abdi bumi..
aku ada jauh sebelum mentari dilahirkan..aku ada sebelum bayi-bayi bisa menangis..aku ada karena aku adalah penyeimbang..
aku ada karena aku adalah nafas kehidupan..

Senin, 02 Mei 2011

Keluhan Manusia

Sekarang aku tahu kenapa aku stress dengan pikiranku sendiri..
aku terlalu manja dan selalu hidup dalam imajinasiku sendiri dimana aku selalu menang dan selalu bahagia..
tapi aku lupa tentang hidup..
waktu yang terus berjalan tanpa peduli dengan sosok-sosok yang tak mau bergerak..ketika berhadapan dengan hidup..aku lemah..aku menangis..aku meringkuk ketakutan..aku bingung harus berbuat apa dan berkata apa..siapa lawan siapa kawan..ketika banyak orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik..lalu aku berpikir..guru mana yang terus-terusan menginjak-injak muridnya dan memberikan tamparan terlebih dahulu baru bilang bahwa itu bisa jadi pelajaran..cuih!!!aku sedang jatuh dan terinjak..berada di roda bagian bawah tanpa punya daya untuk merangkak ke atas..kakiku terlalu malas untuk dilangkahkan..lenganku terlalu lunglai untuk dilenggangkan..b ola besi bertuliskan pecundang merantai kencang kedua kakiku..aku teronggok di sudut terdalam penjara mimpi..tertumpuk berton-ton karung impian tanpa punya daya untuk membuka impian itu..aku teriak..siapapun tolong aku!!!aku punya segudang mimpi yang harus aku wujudkan..bantu aku bergerak untuk sekedar mengintipnya..Tuhan..rengkuh aku..tiuplah angin semangat agar menyatu dengan nafasku..agar aku mampu membuka mataku..bangkit dari gelap masa depanku..meraih hidup..menghajarnya dan berdiri di atasnya..

Minggu, 01 Mei 2011

Panda

Ketika saya berpikir tentang sifat hewan yang ingin saya miliki dalam diri saya, saya berpikir tentang Panda..
Hewan asli RRC yang masih satu keluarga dengan Beruang dan mempunyai corak khas putih hitam. Kenapa saya ingin mempunyai sifat seperti Panda? Kebanyakan orang hanya tahu bahwa Panda adalah hewan Herbivora karena kesukaannya memakan Bambu.namun hal sebenarnya adalah bahwa Panda bukanlah hewan pemakan tumbuhan, namun selayaknya keluarga beruang yang kebanyakan pemakan daging. Lalu mengapa Panda memakan Bambu? Hal itulah yang membuat saya ingin memiliki sifat seperti Panda..Panda yang seharusnya hewan karnivora, namun karena kesukaannya kepada Bambu, dia rela tiap hari untuk makan bambu dan karena itulah dia menderita.. ketika Panda mulai memakan Bambu, tumbuh kuku keenam di jarinya sebagai akibat evolusi jari-jarinya dimana kuku tersebut berfungsi untuk memegang rumpun bambu. Proses itu amat sangat menyakitkan untuk seekor Panda. Suhu badannya mulai meningkat untuk beberapa saat sampai kuku itu tumbuh sempurna berminggu-minggu kemudian. Sifat Panda yang terus menekuni kesukaanya sebagai bagian hidupnya dan mendedikasikan hidupnya untuk hal yang dia sukai walau harus bersakit-sakitan dalam menjalani prosesnya tersebut yang membuat Panda salah satu hewan istimewa dan membuat saya menginginkan salah satu sifat itu untuk ada dalam diri saya..

Jumat, 24 Desember 2010

Coffee In Me..

suatu hari, si adek minta tolong buat dibikinin lirik dengan aransemen lagu yang sudah dia buat..karena sedang nganggur dan tertantang untuk membuat sebuah lirik (dimana saya selalu gagal membuatnya menurut saya) maka akhirnya saya memutar otak dan terjadilah lirik ajaib ini..

..berkisah tentang suasana pagi dan kenikmatan menyeruput kopi di pagi hari. namun ada sedikit yang berbeda ketika lamunan atau sedikit renungan pagi ini terasa begitu sepi. kesendirian yang tak lazim ini membuat suatu kenangan lama terlintas kembali dan sedikit rasa penyesalan menjalar melalu rasa kopi yang pahit manis sedikit asam..

Coffee In Me


Sun wakes me up in this dawn
The turquoise sky greets
Then I make my coffee
I realize that its quite morning
Staring at your pic on that wall
Trying to remember something

Reff:
There’s no longer you in here
There’s no longer you with me
You and I just like this coffee
Bitter sweet memories x2

I see birds flying high
Through behind the clouds
Leave me with my coffee
And then I see your reflection
Or it is just my confession
Trying to remember something

Kamis, 11 November 2010

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?

Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!

sumber: milis Cetivasi

Minggu, 18 Juli 2010

Solo Batik Carnival

batik di Indonesia adalah salah satu kerajinan yang bernilai tinggi. karya seni dalam pewarnaan kain yang menimbulkan corak khas dari setiap daerah pembuatnya. salah satunya adalah batik solo. batik solo mempunyai pola yang terus dilestarikan yaitu "sidomukti" dan "sidoluruh". namun seiring dengan berkembangnya zaman, muncul juga berbagai corak batik yang lebih modern dengan memadukan dengan corak-corak batik dari luar solo dan bermunculan banyak tempat wisata batik seperti kampung batik laweyan dan wisata kampung batik kauman. dalam rangka untuk menjaga konsistensinya sebagai kota batik, setiap tahun sekali solo mengadakan acara bertajuk Solo Batik Carnival..



pagelaran besar masyarakat solo ini digelar untuk ketiga kalinya pada tanggal 23 Juni 2010. kemeriahan di jalan utama kota solo ini terjadi kira-kira pukul tiga sore ketika parade batik terbesar di Indonesia dimulai..





















semua kegembiraan ini tidak lepas dari para pendukung karnaval ini seperti pemerintah kota, panitia, pengiring karnaval, dan tentu saja antusiasme masyarakat solo..












terimakasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga membuat acara istimewa ini semakin luar biasa. semoga batik menjadi warisan bangsa yang tidak akan pernah dilupakan dan akan dilestarikan selamanya. dan solo akan selalu dikenang sebagai kota pelestari batik di bumi ini..

Sabtu, 17 April 2010

bintang utara

aku seorang renta. seorang pelaut tua, pelantun tembang penggugah hati. aku hanya punya satu teman yang setia menemaniku dimanapun aku. satu kekasih yang hanya tersenyum ketika aku mengeluh. satu pemandu yang selalu mengarahkanku ketika ku tersesat. dialah si polaris. si gadis kutub yang kehangatannya bagaikan selimut buluk di gubuk reyotku..
hei, bintang. tidakkah kau lelah menyalakan sinarmu seharian penuh? istirahatlah barang sejenak di sisiku.. namun dia hanya diam dan mengerlingkan sinarnya. hei, bintang. tidakkah kau takut sendirian di gulita ini? kemari dan bernyanyilah bersamaku, dengan cukulele tuaku ini, kita ramaikan samudera.. lagi-lagi dia hanya diam dan mengerlingkan sinarnya. hei, bintang kasihku. kemarilah dan peluklah pria renta ini. temani pria ini minum arak hingga fajar bergabung dengan kita.. dia masih diam. ayolah bintangku. deburan ombak ini mulai menganggu telingaku yang mulai tuli, senangkanlah aku di hari akhirku.. dia masih diam. bintang..aku tahu aku tak sempurna. hanya mantan perompak tak bernama. pelaut tua tanpa identitas. pulau ini rupanya juga sudah tak menginginkanku lagi. entah kenapa hari-hari ini aku selalu bermimpi tentang seorang bidadari cantik di balik cahaya yang memintaku terbang bersamanya. nyaman rasanya. dan aku yakin itu kamu bintangku..ayolah polaris. ajaklah aku kesana, menari bersamamu.. setidaknya sekali saja kau berbincanglah denganku.. ayolah..tidakkah kau kasihan padaku bintang. aku tahu hari ini adalah giliranku. aku tidak berada di baris depan maupun akhir. aku hanya tahu bahwa sebentar lagi aku menghadapNya. sang Khalik..dan satu hal yang kutakutkan di dunia yang sepi ini adalah meninggalkanmu..siapa nanti yang menyanyikanmu lagu kerinduan ketika kau tak bersamaku..siapa nanti yang berkeluh denganmu ketika badai menerpamu..siapa nanti yang menari bersamamu ketika purnama tiba..siapa nanti yang menemani tidurmu ketika mentari terbit..aku takut kau sendiri bintang..
ini mungkin tangisan terakhirku bintang..keluhan terakhirku..kemarilah bintang. temani aku menghabiskan nafasku. kemarilah sahabatku. nyanyikanlah lagu kerinduan kita. kemarilah kekasihku.peluklah aku dalam mimpi panjangku..kemarilah bintangku..kemarilah..

Minggu, 28 Maret 2010

Kodok Tuli

suatu hari sekelompok kodok berjalan-jalan di suatu peternakan. tanpa sengaja beberapa kodok terjatuh dalam seember besar susu sapi yang baru saja diperas. mereka pun panik dan mencoba untuk berenang ke tepian. beberapa mencoba meminum susu tersebut, namun sia-sia karena besarnya ember tersebut. kodok-kodok yang di atas menyoraki mereka, "sudahlah, menyerah saja, kalian tidak mungkin bisa keluar dari ember susu yang lengket itu!" namun mereka tidak mempedulikan teriakan kodok-kodok di atas, mereka masih mencoba untuk berenang ke tepi dan meminum susu tersebut. selang beberapa saat kemudian, kodok yang meminum susu tersebut, mati karena kembung dan yang lainnya menyerah untuk berenang dan akhirnya pun mati tenggelam. namun ada satu kodok yang tidak mau menyerah dan terus berenang. sedangkan kodok-kodok yang di atas ember tetap saja menghasutnya untuk menyerah, namun si kodok itu terus saja berenang dan berenang walau tahu tak mungkin untuk sampai ke tepian karena bgtu lengketnya susu tersebut. namun lama kelamaan susu tersebut menjadi padat dan padat dan akhirnya menjadi agak keras untuk bisa si kodok naik di atasnya. dia pun selamat dan cukup dekat untuk bisa melompat ke atas ember. kodok-kodok yang di atas pun tertegun dan baru sadar ketika kodok tersebut terus menggerakan badannya susu itu pun menjadi mentega. salah satu dari kodok yang di atas kemudian bertanya kepada kodok yang selamat tersebut,"kenapa kamu tidak menyerah seperti kodok-kodok yang lainnya, padahal kami sudah berteriak-teriak untuk membuatmu menyerah saja?" namun kodok tersebut tetap diam saja."hei!aku tanya kenapa kamu tadi tidak menyerah padahal kami sudah berteriak-teriak untuk membuatmu menyerah?!" tetap saja kodok itu diam. karena kesal, ditanya tapi diam saja, sambil menggerutu, mereka pun pergi meninggalkan kodok tersebut. kodok itu heran, kenapa mereka meninggalkan dia sambil marah-marah. usut punya usut, ternyata kodok tersebut tuli, dan ketika kodok-kodok yang lain berteriak-teriak untuk menghasutnya supaya menyerah, dia mengira mereka berteriak-teriak memberikan semangat padanya.

Senin, 15 Maret 2010

orang bingung

melakukan suatu hal dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda..

Senin, 15 Februari 2010

Aku menyayangimu

sebuah lagu yang langsung aku suka ketika pertama kali mendengarnya. hasil dari renungan seorang Gus Mus dan racikan melodi dari Iwan Fals menjadikan lagu ini dalam sekali maknanya. dilatar belakangi oleh serangan AS terhadap Iraq, yang kemudian diwujudkan oleh Gus Mus menjadi sebait puisi dan dalam suatu acara, beliau memanggil Iwan Fals dan memintanya untuk mengubah puisi tersebut menjadi lagu..


Aku Menyayangimu
Lirik: KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Lagu: Iwan Fals


Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia
Aku akan menentangmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau memerangi manusia
Aku akan mengutukmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
Aku akan melawanmu
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia

Sabtu, 30 Januari 2010

Hujan

entah sejak kapan aku mulai menyukai hujan. melihat hujan terasa ada atmosfir yang berbeda di sekitarku. bau hujan yang bercampur dengan tanah membuat aroma kesegaran tersendiri bagiku. aroma penyucian. seakan hujan diutus untuk membersihkan setiap debu jalanan. noda kelam kehidupan. kotoran-kotoran hitam dunia. seperti suara iringan musik yang menuntun para pendosa menuju jalan yang terang. tiap tetesannya menyiratkan makna yang dalam. sendu. mungkin. atau bisa dikatakan kelabu. kelabu karena terlalu banyak pendosa. aku salah satunya. tiap tetesan hujan yang mengenai tubuhku terasa seperti ditusuk oleh jarum akupunktur. sakit tapi melegakan. kesakitan yang tidak sebanding dengan dosa yang sudah kulakukan. kelegaan yang ku terima pun hanya sebatas raga. namun hati tetap sakit. semakin jauh berjalan dalam derasnya hujan, semakin aku tahu sakitnya penderitaan orang-orang yang telah kulukai. semakin berat langkahku meneruskan hidup. terlalu banyak dosa yang membelenggu kakiku ini. terlalu banyak. hujan ini memang melunturkan dosaku. namun butuh lebih dari hujan sederas ini untuk bisa membersihkan hatiku.
entah sejak kapan aku mulai menyukai hujan. mungkin sejak aku merasa mati. sejak aku mati, hanya ketika hujan aku merasa hidup. karena setiap tetesan jarumnya mampu membuat aku kembali terjaga. terjaga dan menangis. aku tak tahu apa arti tangisanku. namun siapa peduli. aku hanya sedang ingin menangis. orang mati juga bisa menangis. mungkin aku menangisi dosaku. atau menangis kesakitan disiksa air hujan. kata orang, nerakalah tempat para pendosa. namun lain yang aku dapatkan. bukan api yang menghukumku, namun hujan yang memenjaraku. dan menghapus setiap dosa yang kumiliki. ya. hujan. ah..sekarang aku sadar mengapa aku begitu menyukai hujan. hujan adalah pengampunanku. penghapusanku. dan penyucianku...